Rohimah Ungkap Alasan Jual Rumah Kenangan Bersama Kiwil, Netizen: Dulu Kasihan, Sekarang...


Komedian senior, Kiwil, dan mantan istri pertamanya, Rohimah, selalu menjadi perbincangan hangat netizen Indonesia.

Pascacerai dengan Kiwil, diketahui Rohimah hidup prihatin dan banting tulang untuk keluarga dan anak-anaknya.

Perseteruan Kiwil dan Rohimah pun terus berlanjut, terutama mengenai kewajiban sang komedian menafkahi anak-anaknya.

Rohimah mengungkapkan bahwa apa yang diterima oleh anak-anaknya tidak adil dan masih kurang dari cukup untuk biaya hidup.

Ia mempertanyakan kondisi sang mantan suami yang seolah lepas dari tanggung jawab dan kewajiban kepada anak-anaknya.

Menurutnya, tidak mungkin jika sang komedian tidak memiliki pendapatan karena tidak adanya pekerjaan.

Rohimah mengaku bahwa saat ini hidup sangat prihatin, ditambah pasca-operasi kakinya beberapa waktu lalu.

Kondisi kakinya yang kurang sehat, membuat dirinya tidak dapat bekerja lagi secara maksimal.

"Sekarang jalannya pake tongkat lagi karena udah gak stabil. Kalau pake tongkat juga rasa sakitnya agak ringan," ucap Rohimah.

Kondisinya yang demikian, terkadang membuat Rohimah sedih dan menangis sebagai manusia biasa.

Selain itu, Rohimah mengaku bahwa kondisi materi keluarganya saat ini sedang mengalami kepahitan.

Ia merasa masih kurang cukup untuk biaya kehidupan, apalagi setelah uang yang dimilikinya dipakai untuk operasi kakinya tersebut.

Maka, Rohimah merasa terpaksa untuk menjual rumahnya yang sekarang ditempati bersama anak-anaknya.

Rumah tersebut merupakan peninggalan dan kenangan ketika Rohimah masih menjalani rumah tangga bersama Kiwil.

"Mau gak mau rumah yang tadinya gua sangat disayangi ini dan gak mau jual, ya karena kejadiannya begini ya akhirnya gua bikin promosi (jual) di medsos," ucapnya.

Menurutnya, alasan rumahnya dijual juga karena kewajiban Kiwil untuk menafkahi anak-anaknya untuk hidup masih kurang.

Selain itu, ketika proses penjualan rumahnya tersebut, Rohimah mendapatkan kejadian yang membuat hatinya sakit.

"Nawarnya itu yang bikin sesak dada gue. Sampe Rp500 juta-Rp550 juta, cuma di bawah Rp600 juta nawarnya. Tapi gua tetep fokus bagaimana bisa jual ini rumah secepatnya, untuk hidup," ucapnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Intens Investigasi.***

Click to comment